Asam Basa
Air minum dapat besifat Asam, Netral atau Basa. Air Non Mineral pada umumnya Asam, sedangkan Air Mineral dapat bersifat Asam, Netral atau Basa tergantung kandungan mineral dan pengolahannya. pH (singkatan Potensial Hidrogen) adalah perbandingan Hidrogen positif (H)+ dan Hidroksil negatif (OH)- dalam larutan. Bila jumlah (H)+ lebih banyak dari (OH)- maka larutan tersebut bersifat Asam, kalau sama jumlahnya bersifat Netral sedangkan bila (OH)- lebih banyak dibanding (H)+ maka larutannya bersifat Basa. Skala pengukuran pH mulai dari angka 1 untuk paling asam. Angka 7 untuk Netral dan angka di antara 8 sampai 14 dikatakan basa. Contoh larutan bersifat asam : air accu, cuka, minuman bersoda, umumnya air minum non mineral juga asam.airobat bersifat Basa, pH nya waktu keluar dari mesin sekitar 10.
Darah manusia mempunyai pH yang basa. Darah ini tidak boleh Asam. Bila terjadi Asam (Acidosis) dikarenakan pola makan dan pola hidup, maka untuk mempertahankan kondisi basa, darah akan mengambil mineral pembuat basa, misalnya mineral Kalsium, Kalium, Magnesium yang diambil dari tubuh kita. Bila pengasaman tubuh ( karena pola makan dan pola hidup) terjadi setiap hari maka setiap hari pula mineral pembuat basa akan diambil dari tubuh kita. Sehingga tubuh akan terganggu karena defisit mineral tertentu. Airobat, air minum yang bersifat basa, sehingga membantu darah akan tetap bertahan dalam kondisi basa.
Di bawah ini cuplikan tulisan yang diambil dari Yahoo.com tanggal 25 Desember 2013.
Banyak Makan Bersifat Asam Bisa Sempitkan Pembuluh Darah
DREAMERSRADIO.COM – Senyawa asam dan basa bukan saja terjadi di alam semesta, ternyata asam dan basa juga berlaku di dalam tubuh dari makanan yang kita asup setiap hari. Asam disini bukan dikategorikan dari rasanya tetapi makanan bersifat asam yang ternyata dapat mempengaruhi pembuluh darah.Sifat asam dan basa juga tak dipengarhi oleh warna maupun bentuk. Tetapi sifat asam dan basi ini dapat dideteksi melalui kandungan berbagai bahan pembentuk makanan. Sedangkan, sayuran, buah-buahan seperti jeruk nipis, stroberi, kiwi, nanas, bayam, kangkung, wortel, tahu, tempe merupakan makanan bersifat basa.
Sementara karbohidrat atau hidrat arang yang biasa terdapat pada makanan pokok menjadi makanan pembentuk asam dalam tubuh. Misalnya nasi kentang, jagung, sagu, ubi, mie, daging sapi, daging unggas, daging kambing, ikan, dan susu.
“Tidak perlu repot dihafalkan, yang penting hampir semua sayuran dan buah yang tinggi kandungan airnya itu adalah makanan pembentuk basa dan semua makanan yang tinggi protein termasuk dalam makanan pembentuk asam,” ungkap Andang Widhawari Gunawan, ahli terapi nutrisi.
“Iya, jadi dari teori kedokteran darah kita itu bekerja dengan normal kalau pH-nya di titik 7,4-7,6, lebih spesifik lagi di titik 7,369. Baru darah kita itu bisa bekerja dengan normal, kekentalannya bagus. Jadi kalau dia kekentalannya normal berarti oksigen normal, soalnya kalau aliran darah lancar kan berarti aliran oksigen juga lancar,” terangnya.
Dilansir dari Detikhealth, menurut wanita lulusan Queensland Institute of Natural Science Australia ini, dalam kondisi sehat pembuluh darah dindingnya tipis dan bersih, aliran oksigen dan sari makanan juga lancar. Terlalu banyak konsumsi makanan yang tak diperlukan tubuh atau bakteri akan membuat darah kita jadi asam.
Kemudian tubuh akan memproduksi jenis protein yang bisa membuat pembuluh darah bisa menyempit dan aliran darah akan semakin cepat. Meski hal itu terjadi dalam proses waktu yang lama. Salah satu gejala pembuluh darah menyempit jika kita mulai merasakan pegal-pegal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar